TAFSIR SURAT AL-KAUTSAR bagian 3

FA SHOLLI LI ROBBIKA WAN HAR
Maka shalatlah demi Tuhanmu dan sembelihlah (binatang)
Karena Allah telah dan pasti akan menganugerahkan sedemikian banyak anugerah kepada Nabi
Muhammad maka wajar sekali jika ayat-ayat di atas memerintahkan beliau bahwa: Jika
demikian maka shalatlah demi Tuhan Pemelihara-mu dan sembelihlah binatang untuk kamu
sedekahkan kepada yang butuh dan jangan menjadi seperti yang Allah kecam pada surat yang
lalu, yang menghardik anak yatim yang meminta sedikit daging sembelihan.
Kata shalli adalah bentuk perintah dari kata shalah yang dari segi bahasa berarti “doa”. Ada
ulama yang memahami kata shalli sebagai perintah sholat lima waktu. Merkad mendasarkan
alasanya pada sebuah riwayat dari Ibn `Abbas. Ada pula yang memahaminya sebagai perintah
shalat Idul Adha seperti yang dikemukakan oleh beberapa murid Ibn `Abbas.
Ayat kedua surat al-Kautsar ini, menurut riwayat tadi, turun untuk menuntun Nabi agar
melakukan shalat `Idul Adha terlebih dahulu, baru menyembelih kurban.
Kata inhar terambil dari kata nahr yang dari segi bahasa berarti dada, sekitar tempat
meletakkan kalung. Jika Anda berkata nahartuhu, maka maknanya adalah “Saya mengenai
dadanya” dalam arti menyembelihnya. Kata inhar berarti membunuh diri.
Di atas telah disinggung bahwa ada ulama yang memahami perintah yang dimaksud di sini
adalah perintah menyembelih binatang baik dalam rangka shalat `Idul Adha maupun `Aqiqah.
Apabila ayat di atas dipahami dalam arti menyembelih binatang untuk korban pada hari raya
haji, maka itu bukan berarti bahwa penyembelihan baru sah apabila shalat telah selesai
dikerjakan dengan dalih inhar disebut sesudah perintah shalli. Ini bukan saja karena perintah
shalat di sini dalam arti berdoa dan beribadah, tetapi juga karena kata “wa” dan tidak
mengharuskan apa yang disebut setelah dan itu terjadi setelah yang disebut sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen + nine =